Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia

SURABAYA, KOMPAS.com — Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.

Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. "H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya," katanya di Surabaya, Selasa (28/4).

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.

"Sejak 2005, saya sudah melontarkan hipotesis ini. Saya sudah khawatir ini bakal terjadi. Akhir tahun lalu saya kembali mengingatkan potensi bahaya ini. Namun, sebagian kalangan masih menentang," ujarnya.

Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.

"Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi," katanya.

Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. "Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus," ujarnya.

Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. "Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang)," ujarnya.

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. "Sejak flu unggas merebak, saya sudah mengemukakan pentingnya menata ulang peternakan," tuturnya.

Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. "Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi," ujarnya.

Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. "Saya khawatir kalau hasil penyusunan ulang menghasilkan virus cepat menular dan daya rusaknya tinggi. Syukur sejauh ini belum menunjukkan tanda ke sana," ujar Nidom.

RAZ

Flu Babi Tidak Akan Seganas Flu Spanyol

Rita Uli Hutapea - detikNews

AFP Canberra - Meski penyebarannya terbilang cepat, namun flu babi alias swine flu tidak akan seperti pembunuh besar 'Flu Spanyol' yang mendunia pada tahun 1918 silam.

Hal itu disampaikan seorang pakar Australia, Profesor Robert Booy, kepala riset klinis di National Centre for Immunisation Research & Surveillance (NCIRS), Australia.

Dikatakan Booy, flu babi bisa berkembang menjadi wabah dunia namun pemerintah dan ilmu medis jauh lebih mampu daripada tahun 1918 silam. Sekitar 50 juta jiwa melayang akibat 'Flu Spanyol' pada tahun itu.

Saat itu diperkirakan 20 hingga 40 persen penduduk dunia terkena wabah Flu Spanyol.

"Waktu yang akan membuktikan dan sangat mungkin kita akan mengetahuinya segera," ujar Booy ketika ditanya apakah wabah flu babi akan menjadi wabah global.

"Tapi meskipun atau ketika pandemi terjadi, itu tidak akan seperti pembunuh besar, Flu Spanyol... kita sudah jauh lebih siap saat ini," kata Booy seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Selasa (28/4/2009).

"Kita punya terapi obat yang sangat efektif dan juga alat-alat untuk memproduksi vaksin," imbuh Profesor Australia tersebut.

Kasus flu babi saat ini terus bertambah. Bahkan di Meksiko, korban jiwa telah mencapai lebih dari 100 orang dan sekitar 1.600 orang terjangkit penyakit ini.

(ita/iy)

iPhone Bakal Miliki Aplikasi Flu Babi

Selasa, 5 Mei 2009 - 06:00 wib Rachmatunnisa - Okezone Foto: cnn.com

WASHINGTON - Ketakutan masyarakat terhadap semakin merebaknya virus flu babi, memancing kreatifitas para pencipta aplikasi iPhone membuat aplikasi bernama Swine Flu Tracker.

Aplikasi ini sendiri belum mendapat persetujuan dari pihak Apple. Namun pembuatnya optimis aplikasi ini bisa segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Swine Flu Tracker dikembangkan oleh Barry Schwartz dan Lilly Gold dari IntuApps. Melalui aplikasi ini, mereka ingin agar masyarakat bisa mengikuti berita terbaru seputar flu babi lengkap dengan informasi dari lembaga kesehatan dunia WHO.

?Aplikasi ini dapat menyediakan informasi bagi khalayak dan kami yakin aplikasi ini akan sangat berguna," ujar Gold yang dikutip dari CNN, Senin (4/5/2009).

Hampir sama dengan aplikasi pendeteksi flu babi yang hadir sebelumnya, Swine Flu Tracker menyediakan peta penyebaran flu babi dari Google Maps. Setiap titik yang terdapat pada peta menunjukkan informasi rinci lokasi-lokasi yang terinfeksi serta jumlah suspect flu babi.

Terdapat pula link yang menghubungkan dengan situs microblogging Twitter untuk menerima pesan terbaru dari WHO, CDC dan HealthMap.

?Saya berharap penyebaran virus segera berakhir. Namun menginformasikannya kepada masyarakat di tengah-tengah merajalelanya virus ini pun tak kalah penting. Upaya ini dimaksudkan menjaga mereka agar tetap waspada terhadap flu babi," tandas Gold. (srn)

cara asik dapet duit

Mengenai Saya

Foto saya
biasa ja lah biar orang lain yang menilai saja

kalender